Know your limit

Seringkali muncul pertanyaan, apa batas aman seorang freediver untuk mengetahui titik batas kemampuan dalam menahan nafas, karena ada istilah umum yaitu “push your limit” untuk mendapat hasil yang lebih, bagaimana saya mengetahui hal ini?

secara umum ada tiga fase yang harus dilewati ketika menahan nafas

  1. Fase Pertama

    Tidak ada dorongan untuk bernafas, pada umumnya freediver akan berasa sangat rileks dalam fase ini

  2. Fase Kedua

    Mulai merasakan dampak dari CO2 dalam tubuh, di fase ini freediver akan mulai merasa ingin untuk bernafas

  3. Fase Ketiga

    Freediver akan merasakan dorongan yang sangat kuat untuk bernafas, disertai kontraksi di diagframa dan kadar O2 dalam tubuh yang mulai menipis

Para freediver pemula seringkali berhenti di Fase Pertama, hal ini umum terjadi, dan anda akan kehilangan momen, padahal masih ada dua fase yang tersisa yang akan menambah durasi menahan nafas anda

Jika anda naik (berhenti menahan nafas) di fase kedua setelah merasakan kontraksi pertama anda kehilangan fase ketiga yang masih dapat memperlama durasi menahan nafas

Di fase ketiga ini freediver harus bisa mengenali kemampuan batas masing – masing, pada umumnya freediver pemula rendah menghadapi resiko LMC / Blackout karena batas toleransi yang masih rendah dan cenderung cepat naik / berhenti menahan nafas jauh sebelum batas ambang tubuhnya, semakin anda rutin melatih menahan nafas dan memaksakan batas, resiko LMC / Blackout semakin tinggi dan anda harus sangat jeli untuk mengukur kemampuan diri sendiri, selalu lakukan progress latihan secara stabil dan bertahap naik dan tidak langsung memaksakan diri untuk mendapat progress yang besar agar anda dapat mengukur perkembangan latihan anda

dan poin terpenting adalah “Never dive alone” selalu berlatih dengan rekan anda yang sudah mengerti kemampuan anda untuk hasil yang lebih maksimal

Artikel ini hanyalah gambaran kasar mengenai pedoman 3 fase menahan nafas, sebelum anda memutuskan untuk memaksakan batas kemampuan anda pastikan anda melakukan latihan secara rutin yang diawasi / disupervisi, apalagi jika dilakukan dalam oleh pelatihan formal

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s